Screening

Definisi Screening

Menurut KBBI Screening adalah penyaringan (of applications); pemutaran pilem; kosa; tahap pengamatan dan penyaringan kepada seluruh kandidat yang melamar pekerjaan.

Apa Itu Screening?

Screening adalah suatu proses yang dilakukan oleh pihak perusahaan, dalam hal ini adalah perekrut untuk memverifikasi informasi yang diberikan oleh karyawan melalui CV atau lainnya.

Bagi perusahaan, screening karyawan baru berfungsi untuk menentukan apakah kandidat sebagai calon karyawan dapat menangani informasi sensitif atau rahasia perusahaan.

Selain itu juga untuk menilai apakah kandidat memiliki karakter yang baik, serta memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh posisi yang dilamar.

Screening juga bertujuan untuk memastikan keamanan perusahaan pada saat mempekerjakan karyawan, karena dari proses ini dapat diketahui bila calon karyawan pernah melakukan tindakan kriminal atau kesalahan di masa lalu.

Fungsi Screening

1. Penyaringan Calon Berkualitas

Pada tahap awal ini, kata kunci yang relevan dengan pekerjaan tertentu digunakan untuk menyaring lamaran. Misalnya, jika perusahaan mencari seorang “analis data”, kata kunci seperti “analisis data”, “statistik”, dan “pengolahan data” akan menjadi faktor penentu. Oleh karena itu, penting bagi pencari kerja untuk menyesuaikan resume mereka dengan kata kunci yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka lamar.

2. Menyesuaikan Kualifikasi Pekerjaan



Setiap pekerjaan memiliki persyaratan kualifikasi tertentu. Proses screening membantu memeriksa apakah pencari kerja memiliki kualifikasi yang diperlukan. Ini meliputi pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, dan keterampilan yang relevan. Pencari kerja yang memenuhi kualifikasi ini memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

3. Mengurangi Beban Kerja Tim HR

Tim HR perlu menangani banyak aspek dalam rekruitmen. Proses screening membantu mereka menyaring calon-calon yang tidak sesuai, menghemat waktu dan upaya untuk tahap seleksi berikutnya. Ini memungkinkan tim HR untuk fokus pada kandidat-kandidat yang berpotensi.

4. Meningkatkan Pengalaman Pencari Kerja

Proses screening yang baik juga berkontribusi pada pengalaman positif bagi pencari kerja. Dengan memberikan umpan balik yang jelas tentang alasan penolakan, perusahaan membantu pencari kerja memahami area di mana mereka perlu meningkatkan. Hal ini menciptakan citra positif perusahaan di mata calon karyawan, meskipun mereka tidak berhasil pada tahap awal.

5. Mendukung Keputusan yang Lebih Baik

Proses screening yang efisien dan terstruktur membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih baik dalam seleksi kandidat. Ini mengurangi risiko merekrut karyawan yang tidak cocok dengan posisi yang ditawarkan, menghemat biaya dan waktu untuk pelatihan ulang atau pemecatan.

Tahapan Screening

1. Pemeriksaan Berkas Lamaran

Tahapan ini melibatkan penilaian awal terhadap berkas lamaran, seperti CV dan surat lamaran. Pastikan untuk menyusun berkas lamaran dengan rapi dan menjelaskan pengalaman serta kualifikasi yang relevan dengan posisi yang dilamar.

2. Seleksi Kompetensi



Perusahaan akan mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk posisi tersebut, seperti kemampuan teknis, keterampilan interpersonal, dan kepemimpinan. Pertimbangkan untuk menjelaskan pengalaman Anda yang menunjukkan kompetensi-kompetensi ini.

3. Wawancara Telepon atau Video

Tahapan ini merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut tentang Anda. Persiapkan diri Anda dengan baik, tunjukkan antusiasme terhadap perusahaan, dan sampaikan dengan jelas mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut.

4. Tes Pengetahuan dan Keterampilan

Beberapa perusahaan mungkin mengadakan tes tertulis atau praktis untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan teknis Anda. Lakukan persiapan yang cukup agar Anda siap menghadapi tes ini.

5. Wawancara Langsung

Tahap ini melibatkan wawancara tatap muka dengan tim HR atau calon atasan. Berikan jawaban yang konkret dan berdasarkan pengalaman Anda. Selain itu, ajukan pertanyaan yang cerdas untuk menunjukkan minat Anda terhadap perusahaan.

6. Verifikasi Referensi

Perusahaan mungkin akan menghubungi referensi yang Anda berikan untuk memverifikasi informasi yang telah Anda sampaikan. Pastikan Anda telah memberikan referensi yang siap memberikan informasi positif tentang Anda.

Tips Lolos Screening

1. Pahami Kebutuhan Pekerjaan

Sebelum Anda mengirimkan lamaran, penting untuk benar-benar memahami kebutuhan pekerjaan yang Anda lamar. Teliti dengan seksama deskripsi pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, dan tugas-tugas yang akan diemban. Pastikan bahwa latar belakang dan keterampilan yang Anda miliki sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan.

2. Sesuaikan Resume dengan Posisi yang Dilamar

Setiap kali Anda melamar pekerjaan, disarankan untuk menyesuaikan resume Anda dengan posisi yang Anda lamar. Sorot pengalaman, pendidikan, dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan tersebut. Namun, jadikanlah penyesuaian ini alami dan tidak berlebihan.

3. Buat Surat Lamaran yang Menarik

Surat lamaran adalah kesempatan Anda untuk memberikan gambaran lebih tentang diri Anda. Jelaskan mengapa Anda tertarik pada posisi tersebut dan bagaimana latar belakang Anda dapat berkontribusi secara khusus. Hindari penggunaan kalimat klise dan buatlah surat lamaran yang unik untuk setiap perusahaan.

4. Highlight Prestasi dan Pengalaman Berharga

Jika Anda memiliki pengalaman kerja sebelumnya atau prestasi yang relevan, pastikan untuk menyorotnya. Prestasi dan pengalaman ini dapat menjadi poin penentu yang membedakan Anda dari para pelamar lainnya. Berikan contoh konkret tentang bagaimana Anda telah berhasil mengatasi tantangan atau mencapai tujuan di pekerjaan sebelumnya.

5. Persiapkan Diri untuk Wawancara

Jika Anda berhasil melewati tahap seleksi awal dan diundang untuk wawancara, persiapkan diri dengan baik. Teliti tentang perusahaan tersebut, praktik umum wawancara, dan pertanyaan yang mungkin diajukan. Latih juga kemampuan komunikasi dan ekspresi diri Anda agar dapat mengesankan pewawancara.

6. Tingkatkan Keterampilan Lunak Anda

Keterampilan lunak seperti kemampuan berkomunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah sering kali menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh perusahaan. Selama proses seleksi, berikan contoh konkret tentang bagaimana Anda telah menggunakan keterampilan ini dalam konteks profesional atau pribadi.

7. Tetap Percaya Diri

Percayalah pada diri Anda sendiri. Meskipun persaingan ketat, memiliki keyakinan pada kemampuan Anda dapat berdampak positif pada hasil seleksi. Tetaplah rendah hati namun tunjukkan keyakinan dalam presentasi diri Anda.

Istilah Lainnya: